SEKILAS TENTANG BERDIRINYA
KELURAHAN WONOKARTO - KECAMATAN WONOGIRI
KABUPATEN WONOGIRI, JAWA TENGAH
Nama
Wonokarto sebenarnya sudah ada sejak adanya pusat pemerintahan paling bawah,
yaitu Kelurahan Giripurwo. Karena Wonokarto termasuk wilayah Administratif
Kelurahan Giripurwo, hanya saja wilayah Wonokarto ketika itu belum ada
penghuninya, karena masih berupa hutan belantara yang luasnya sampai ke kawasan
Hutan Kethu.
Ketika
Pemerintah Kabupaten Wonogiri membangun bendungan waduk Gajah Mungkur, sekitar
tahun 1974. Beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Wonogiri terkena gusuran
proyek pembangunan waduk Gajah Mungkur ini. Penduduk yang tergusur karena
adanya proyek Bendungan Gajah Mungkur, mendapat ganti rugi dan ditransmigrasi
bedol desa. Akan tetapi penduduk tersebut tidak semuanya bertransmigrasi bedol
desa, namun ada yang pindah masuk ke hutan Wonokarto dan bertempat tinggal
menetap disana.
Menyikapi
atas kepindahan penduduk yang tidak ikut bertransmigrasi bedol desa, yang kian
lama kian bertambah jumlahnya. Maka, Bapak Samino kala itu sebagai Bupati
Wonogiri, membuka lahan hutan Wonokarto untuk dijadikan pemukiman penduduk.
Dengan mengkavling rata – rata tiap kavling seluas 500 m2 kemudian kawasan yang
tadinya hutan itu terkenal dengan
sebutan perluasan kota lingkungan Wonokarto, Kelurahan Giripurwo, dengan jumlah
RW hanya 2 (dua). Yaitu, RW. XIV dan RW. XV.
Setelah
jumlah penduduk semakin padat dan dipandang memenuhi syarat untuk dijadikan
kelurahan sendiri oleh pemerintah Kabupaten Wonogiri, maka Bapak Ismail,
Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah kala itu meresmikan Lingkungan
Wonokarto, Kelurahan Giripurwo, dipisah menjadi Kelurahan sendiri dan diberi
nama Kelurahan Wonokarto, tepatnya pada tanggal 12 April 1988.
Demikian
sekilas tentang berdirinya wilayah administrasi Kelurahan Wonokarto, Kecamatan
Wonogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
(Narasumber : SOEKARDJO - Mantan
Sekretaris Kelurahan Wonokarto)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar